Selasa, 13 November 2012
soal TTS bu Katrin
SOAL TTS PGSD
1. 1. Sebutkan tujuan pendidikan nasional, tujuan institusi sebuah sekolah dan tujuan kurikuler pelajaran IPA. Tunjukkan apakah ada hubungan/korelasi yang nyata antara ketiga hubungan tersebut? Jika ada, dibagian mana hubungan itu nampak, jika tidak terkait, ubahlah tujuan institusinya sehingga ketiga tujuan tersebut menjadi berkesinambungan. (anda harus menanyakan tujuan institusi pada suatu sekolah)
2. 2. Pada jaman sekarang ini, apakah anda akan mengutamakan mengajarkan pengetahuan umum ataukan mengajarkan pendidikan karakter. Dengan cara apa dan bagaimana anda harus mengajarkan pendidikan karakter kepada siswa siswi anda?
3. 3. Jika anda duduk sebagai kepala sekolah dan melihat bahwa KTSP dirasa tidak cocok lagi dengan perkembangan sekolah. Coba susunlah suatu perubahan dengan menggunakan prinsip substitusi dan variasi!
4. 4. Pelajarilah kurikulum di Indonesia tahun 1994, 2004, dan 2006. Analisis kurikulum tersebut dan termasuk model kurikulum apa ketiga kurikulum tersebut.
5. 5. Semua siswa memiliki bakat dan minat sendiri-sendiri. Bagaimana cara untuk bisa mengeluarkan bakat pada setiap siswa anda!
Petunjuk pengerjaan :
1. Kerjakakan dengan rapi. Semua soal mengacu pada buku 1, 2, dan 3, sehingga anda tetap harus berpegang pada ketiga buku tersebut!
2. Soal no 1, anda harus menanyakan tujuan institusi pada suatu sekolah.
3. Selamat mengerjakan!
paling lambat dikirim jumat jam 7 malam tidak jadi besok
alamat email bu katrin chatarina_rini@yahoo.com
Kamis, 01 November 2012
Tugas MBS Dosen Pengampu Prof. Slameto oleh Maria Nur Afwidah 292010272 dan Dyah Astiningtyas 292010277
1. Konsep- konsep kunci apa yang ditayangkan?
2. Apa kesimpulanmu berdasarkan kajian teori?
3. Apa implikasi praktisnya?
Jawab :
Video 1
1. KONSEP
Dari vidio yang sudah ditayangkan tadi guru mempunyai teknik atau cara dan alat pengukur untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik.
Di kelas awal guru menggunakan pembelajaran PAKEM
2. KESIMPULAN
Dengan menggunakan pembelajaran PAKEM yang dicontohkan dalam video untuk pembelajaran kelas awal yaitu guru menggunakan banyak metode untuk mengajar, dan memanfaatkan lingkungan sekitar. Guru lebih menekankan pembelajaran inkuiri (penemuan sendiri) di dalam video guru hanya sebagai fasilitator yang mengarahkan peserta didik untuk berpikir aktif. Disini guru juga tidak monoton pembelajaran hanya di dalam kelas saja yang membuat para peserta didik bosan, pembelajaran yang ditampilkan dalam video lebih banyak pembelajaran di luar kelas, dan guru pun mengkombinasikan beberapa metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar.
3. IMPLIKASI
Implikasi pembelajaran PAKEM seperti yang dicontohkan dalam video tersebut adalah pembelajaran yang tidak selalu di dalam kelas yang membuat peserta didik merasa bosan, tapi pembelajaran diadakan di luar kelas.
Video 2
1. KONSEP
Dalam video ini membahas pentingnya peran orang tua, komite, pihak sekolah dan peserta didik dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan sekolah yang akan diadakan.
2. KESIMPULAN
Sebelum melakukan kegiatan-kegiatan sekolah seperti yang dicontohkan dalam video tersebut pihak sekolah, guru, komite sekolah dan peserta didik di ikut sertakan dalam pengambilan keputusan agar tidak terjadi ketidak cocokkan.
3. IMPLIKASI
Peran orang tua dalam pendidikan anak di sekolah sangat penting karena bisa menjadi masukkan pihak sekolah dalam menjalankan proses pembelajaran di sekolah.
Tugas Prof. Slameto Analisis Video (Oleh Arif, Dedy, Eko)
Tugas Prof. Slameto Analisis Video
Nama: : Arif fathu Rahman 292010293
Dedy Oktavianto 292010292
Eko Arif Rahman 292010285
Video 1:
Manajemen Berbasis Sekolah:
1.Konsep-konsep kunci apa yang ditayangkan?
- Penerapan PAKEM dalam pembelajaran bisa menimbulkan sikap aktif, kreatif, dan afektif serta menyenangkan bagi siswa, sehingga siswa dapat mendapatkan pengalaman belajar sendiri.
- Menggunakan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kemauan siswa di dalam belajar (lebih mengkonkritkan materi pelajaran)
2.Apa kesimpulan berdasarkan kajian teori
PAKEM: sebuah pendekatan yang bisa membuat Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan.
Dengan Penggunaan pendekatan PAKEM memang bisa meningkatkan keaktifan, kreatifitas siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan menyenangkan. Siswa terlihat antusias untuk mengikuti kegiatan belajar yang berlangsung.
3.Apa implikasi praktisnya
- Pendekatan PAKEM bisa digunakan, dan disesuaikan dengan lingkungan sekitar.
- Agar siswa tidak bosan terhadap pelajaran yang berlangsung, maka kita bisa menggunakan pendekatan PAKEM dalam pembelajaran, dan memanfaatkan lingkungan sekitar.
- Pemanfaatan sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman siswa SD, karena pada usia SD (06-12) adalah tingkatan tahap belajar operasional konkret (Jeans Pieget)
Video Ke 2
1.Konsep-konsep kunci apa yang ditayangkan?
-Pengembangan kurikulum dilaksanakan dengan cara bermusyawarah antara pihak sekolah (kepala sekolah, dan dewan guru), orangtua murid , dan komite sekolah
-Diperlukannya musyawarah antara pihak sekolah, orang tua siswa, dan siswa dalam menentukan kegiatan yang akan dilakukan, fasilitas sekolah.
-Orang tua murid dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran contohnya dengan menjadi sumber belajar tentang macam-macam pekerjaan.
2.Apa kesimpulan berdasarkan kajian teori
- Pihak sekolah dapat melibatkan orangtua murid, murid dalam menentukan kegiatan pembelajaran, strategi pembelajaran yang akan dilakukan.
- Peran serta masyarakat dalam pembentukkan kurikulum
- Lingkungan/ keadaan alam dapat menjadi sarana pembelajaran.
3.Apa implikasi praktisnya
- Pihak sekolah dapat mengajak bermusyawarah komite sekolah dalam menentukan kurikulum yang akan dibentuk sehingga pembelajaran dapat terlaksana sesuai dengan keadaan lingkungan disekitar.
- Sumber belajar dapat didapatkan dari mana saja, semisal mendatangkan orang tua siswa tentang macam-macam pekerjaan.
Tugas Prof.Dr. Slameto Analisis Video
Nama : Candra Krismita .T 292010284
Alfian Hadiyanto 292010286
Kelas : RS10J
MBS
Pengampu: Prof. Dr. Slameto
Video Pertama
1. Konsep-konsep apa saja yang ditayangkan?
Jawab:
Dari yang ditanyangkan video tadi terdapat konsep pembelajaran PAKEM di
dalam pembalajaran tadi. PAKEM itu sendiri adalah Pembelajaran Aktif, Kreatif,
Efektif, dan Menyenangkan. PAKEM di dalam video sudah terlaksana dengan baik.
Terbukti di dalam pembelajaran sudah menyenangkan dan menaktifkan peserta didik,
dan guru sudah kreatif untuk memanfaatkan lingkungan sekitar kelas sehingga
peserta didik dapat langsung mendapatkan pengalaman belajar. Serta terbukti
efektif dengan kopetensi peserta didik sudah tercapai untuk materi tanaman toga.
2. Apa kesimpulan berdasarkan kajian teori ini?
Jawab:
Sebuah pendekatan pembelajaran PAKEM mengaktifkan pesertadidik dalam
pembelajaran yang kreatif, efektif, dan menyenangkan. Serta pembelajaran ini
lebih mengaktifkan murid untuk mendapatkan pengalamannya sendiri.
3. Apa implikasi praktisnya?
Jawab:
Pembelajaran dilaksanakan dengan memanfaatkan lingkungan sikitar, dan
menggunakan alat peraga yang sesuai dengan materi karena pada anak usia SD
ingatannya akan lebih melekat bila siswa itu yang mengalami sendiri. Anak SD juga
akan lebih mudah belajar dan mengingat pelajaran apabila menggunakan alat peraga
dan benda-benda konkrit sederhana yang ada di lingkungannya.
Video Kedua
1. Konsep-konsep apa saja yang ditayangkan?
Jawab:
Pembentukan dan pengembangan kurikulum di tingkat satuan pendidikan
yang melibatkan partisipasi kepala sekolah, dewan guru, orang tua dan siswa.
2. Apa kesimpulan berdasarkan kajian teori ini?
Jawab:
a. Kurikulum dibentuk oleh kepala sekolah, dewan guru, dan orang tua
b. Pertisipasi orang tua/ wali murid diajak dalam menentukan strategi pembelajaran,
tujuan pembelajaran, dan harapan.
c. Orang tua diajak berdiskusi dalam menentukan kegiatan sekolah
d. Orang tua sabagai sumber belajar, misalnya materi macam pekerjaan
e. Orang tua dan siswa diajak berdiskusi dalam menentukan rencana pembelajaran.
3. Apa implikasi praktisnya?
Jawab:
a. Mengajak dewan guru, orang tua siswa, dan siswa itu sendiri untuk ikut serta
dalam pembentukan kurikulum dan berbagai kegiatan di sekolah yang direncanakan
terlebih dahulu.
b. Merefleksikan dengan budaya dan lingkungan (keadaan alam) daerah sekitar.
Program MBS (Creating Learning Comunities for Children) peningkatan mutu SD melalui MBS, pern serta masyarakat dalam PAKEM
Kejasama antara UNESCO, UNICEF, ENZAIK.
dIupload di blog kelas, no 1
Diberi pengantar, dilebokke film mau nang koment.
Kamis, 27 September 2012
Tugas Manejemen Berbasis Sekolah Prof.Dr.Slameto (Eko Arif Rahman 292010285))
kesimpulan dari pembelajaran MBS tanggal 21 september 2012 yaitu tentan monitoring MBS di 8 kota/kabupaten yang bekerja sama dengan Unicef. Bisa di katakanbanyak yang menggunakan 3 pilar MBS yaitu: Manajemn sekolah, Pakem, dan Peran Serta Masyarakat.Dimana pada pilar Manajemen dapat dikatakan Baik, untuk pilar Pakem dapat dikatakan Sedang, sedangkan pada pilar PSM (Peran Serta Masyarakat) dapat dikatakan sedang-baik, atau di tengah-tengahnya. Dan terbukiti pilar Manajemen Sekolah dan Peran serta masyarakatlah yang berjalan dengan baik. Untuk itu perlu di tingkatkan dalam hal pilar pakem yang kurang menonjol. Agar nantinya ke-3 pilar tersebut saling berhubungan dan berjalan dengan baik. Dalam hal ini perlu ada proses dan usaha yang tidak sebentar. Harus berkesinambunganagar efektif nantinya.
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (CANDRA KRISMITA .T 292010284)
Kesimpulan dari hasil monitoring MBS s/d 2008 pada 8 Kab/Kota kerjasama Unicef/Unesco. Deketahui bahwa terdapat tiga pilar MBS, yaitu Manajemen, Pakem, dan PSM (Peran Serta Masyarakat). Dimana secara prosentase pada pilar Manajemen dapat dikatakan Baik, untuk pilar Pakem dapat dikatakan Sedang, sedangkan pada pilar PSM (Peran Serta Masyarakat) dapat dikatakan sedang-baik, karena pada prosentase sedang dan baik hanya terpaut 2,09% saja. Sehingga dari hasil monitoring MBS s/d 2008 pada 8 Kab/Kota kerjasama Unicef/Unesco tersebut tidak semua tiga pilar MBS dalam pelaksanaannya belum berjalan baik seluruhnya. Terbukti bahwa diantara ketiga pilar tersebut yang telah berjalan baik dalam pelaksanaanya yakni pilar Manajemen dan PSM, sedangkan Pakem bisa di artikan belum berjalan dengan baik/ kurang dalam pelaksanaannya. Maka disini perlu ditingkatkan lagi pada pilar Pakem, dimana pakem itu sendiri guru dan siswa saling terlibat didalamnya. Tak dipungkiri lagi kompetensi dan ketrampilan guru harus di tingkatkan lagi. Yang mana diantara keyga pilar MBS, yaitu Manajemen, Pakem, dan PSM (Peran Serta Masyarakat) saling berkaitan dan saling berhubungan antara pilar satu dengan pilar yang lain. Sehinga nanti pada ketiga pilar MBS tersebut semua akan berjalan dengan, serta secara berkesinambungan akan meningkatkan mutu pendidikan di Negara kita.
Manajemen Berbasis Sekolah (Ian Adriansyah 292010291)
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan model pengelolaan sekolah yang mengintegrasikan seluruh sumber internal dan eksternal dengan lebih menekankan pada pentingnya menetapkan kebijakan melalui perluasan otonomi sekolah. MBS penting (peranannya) diterapkan di sekolah untuk meningkatkan kinerja sekolah dengan prinsip MBS yang baik. Hubungan antara pilar-pilar MBS adalah merupakan satu kesatuan seperti sistem yang penting guna mencapai suatu tujuan secara efektif dan efisien. Pilar-pilar tersebut yaitu, manajemen sekolah, Pembelajaran aktif kreatif dan menyenangkan (PAKEM), dan peran serta masyarakat. Manajemen sekolah memerlukan suatu tranparansi, akuntabilitas, serta partisipasi tidak hanya dari pihak internal saja melainkan juga dari pihak eksternal. Sekolah yang paling berhasil & diminati masyarakat adalah sekolah yang kepala sekolah, guru, dan masyarakatnya bekerjasama secara aktif mengembangkan sekolah.
Dari kajian data hasil monitoring tentang presentase pilar-pilar s/d 2008
Pada 8 Kab/Kota Kerjasama Unicef/Unesco dalam MBS:
Bahwa ketiga pilar MBS yaitu manajemen sekolah, PAKEM, dan peran serta masyarakat hendaknya terus dan semakin ditingkatkan guna mencapai pendidikan yang bermutu baik kualitas pembelajaran, kurikulum, sumber daya manusia, maupun tenaga kependidikan lainnya, dan pelayanan pendidikan.
Tetapi dari data monitoring tersebut bahwa pilar PAKEM, yaitu mengenai proses belajar mengajar dimana memiliki presentase yang kurang atau lebih rendah di banding pilar lainnya. Disini berarti peran guru sebagai dewan pengajar dan pendidik dituntut untuk meningkatkan kemampuan atau kompentensinya guna menciptakan pembelajaran yang PAKEM. Dalam PAKEM guru diituntut kreatif dalam menciptakan pembelajaran yang efektif tapi tetap menyenangkan sehingga siswa ikut telibat aktif. Berbagai pihak harus bekerja sama demi mewujudkan dan meningkatkan mutu pendidikan.
Tugas MBS Prof. Dr. Slameto, oleh: Alfian Hadiyanto 292010286
Kesimpulan dari hasil monitoring MBS s/d 2008 Pada 8 Kab/Kota Kerjasama Unicef / Unesco. Data itu pasti tidak terlepas dari 3 pilar utama Manejemen Berbasis Sekolah, yaitu Manajemen Sekolah (MS), Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM), dan Peran Serta Masyarakat (PSM). Dari data yang diperoleh terlihat di ketiga sekolah, manajemen yang telah menerapkan manajemen sekolah dengan kualitas baik sudah lebih banyak bila dibandingkan dengan yang sedang-sedang saja kualitas manejemennya. PAKEM atau Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan dari data yang diperoleh masih memprihatinkan karena perolehan sekolah yang mempunyai kualitas baik dalam penerapan PAKEM lebih sedikit dibanding yang sedang. Sedangkan Peran Serta Masyarakat (PSM) yang berperan baik dan yang sedang mempunyai perbedaan yang sangat tipis, namun masih dimenangkan oleh yang masih berperan sedang. Dari ketiga pilar utama MBS malahan masih ada beberapa sekolah yang kurang menerapkannya. Saran yang bisa saya berikan, sebaiknya sekolah berlomba-lombalah dalam memperbaiki pilar MBS di sekolahnya hingga ke tingkat baik, dan yang sudah baik terus tingkatkan, misalnya PAKEM ditambah Inovatif (I) menjadi PAIKEM. Khusus untuk sekolah yang penerapan PAKEM nya kurang, bisa diatasi dengan meningkatkan pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sekitar, internet, dan yang lainnya yang mengandung unsur edukatif. Pembelajaran PAKEM juga bisa dilakukan dengan permainan, sehingga akan lebih mudah diingat dan melekat pada ingatan siswa dalam jangka panjang (long therm memory).
Tugas MBS Prof.Dr.Slameto oleh Arif Fathu Rahman292010293
Setelah saya mengikuti Mata kuliah Manajemen Berbasis Sekolah yang disampaikan oleh Prof. Slameto pada tanggal 21 September 2012, maka dapat saya tarik beberapa kesimpulan, yaitu 1. Ciri-ciri MBS yang baik adalah terbuka, kebersamaan, akuntabilitas, demokratis, berkelanjutan, menyeluruh, kemandirian, berorientasi pada mutu, pencapaian SPM, pendidikan untuk semua. 2. Pelaksanaan MBS dapat berjalan dengan baik apabila ketiga pilar, yaitu Manajemen Sekolah, PAKEM, dan Peran serta masyarakat berjalan beriringan. 3.Untuk mengeluarkan lulusan/ output yang baik dan mandiri, maka diperlukan MBS yang baik, dimana letak kita sebagai guru kita dituntut bisa menciptakan rancangan PBM yang baik, yaitu melalui PAKEM (Pembelajaran Aktif,Kreatif, Efektif, Menyenangkan) 4. Keikut sertaan masyarakat diperlukan untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah (MBS).
Tugas MBS Prof. Slameto oleh Dedy Oktavianto 292010292
kesimpulan
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah salah satu strategi wajib yang Indonesia tetapkan sebagai standar dalam mengembangkan keunggulan pengelolaan sekolah. Fungsi MBS adalah menjamin adanya keberagaman dalam pengelolaan sekolah. MBS bertujuan untuk meningkatkan keunggulan sekolah melalui pengambilan keputusan bersama. MBS memberikan beberapa manfaat diantaranya
a.Dengan kondisi setempat, sekolah dapat meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugasnya.
b.Keleluasaan dalam mengelola sumberdaya dan dalam menyertakan masyarakat untuk berpartisipasi, mendorong profesionalisme kepala sekolah, dalam peranannya sebagai manajer maupun pemimpin sekolah.
c.Guru didorong untuk berinovasi.
d.Rasa tanggap sekolah terhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan masyarakat sekolah dan peserta didik.
Prinsip utama MBS
1.Fokus pada mutu
2.Bottom-up planning and decision making
3.Maangement yang transparan
4.Pemberdayaan masyarakat
Yang di dapat dari perkuliahan ini?
Kita menjadi mengerti apa itu MBS,fungsi yang dipunyainya,manfaat dari menjalankan MBS, tujuan yang di terapkan oleh MBS, dan prinsip utamama dari MBS.
Rabu, 26 September 2012
Tugas Manejemen Berbasis Sekolah Prof.Dr.Slameto (Sandra Krisna Oka Sari 292010273)
Kesimpulan yang saya ambil dari hasil monitoring MBS s/d 2008 Pada 8 Kab/Kota Kerjasama Unisef / Unesco yaitu di dalam setiap sekolah memiliki 3 pilar yaitu Manejemen Sekolah, PAKEM, dan Peran Serta Masyarakat. Namun dari hasil monitoring tersebut masih kurang di dalam tahap PAKEM ( Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Menyenangkan) Oleh karena itu sebaiknya sebagai seorang calon guru kita harus mampu untuk berkompetensi lebih dan mempunyai kualitas yang tinggi dalam pembelajaran karena dari situlah kita dapat membangun kualitas – kualitas yang baik dari peserta didik kita serta mutu dari sekolah kita. Berusaha untuk menciptakan situasi kelas yang aktif dengan berbagai metode – metode belajar. Sebagai seorang pendidik juga, kita harus mampu berkreatifitas tinggi supaya di dalam pembelajaran kita dapat menciptakan suasana yang menyenangkan, serta dapat melakukan pengelolaan kelas dengan baik.
Tugas Manajemen Berbasis Sekolah Prof.Dr.Slameto (Tania Chandra Annisa 292010276)
Dari Hasil Monitoring MBS s/d 2008 Pada 8 Kab/Kota Kerjasama Unicef/Unesco, kesimpulan yang saya dapat yaitu : Dalam MBS mempunyai 3 pilar yaitu Manajemen Sekolah, PAKEM dan Peran Serta Masyarakat. Ketiga hal ini harus berjalan beriringan dan sejalan agar pembelajaran di sekolah dapat menghasilkan output dan outcome yang maksimal dan bisa menciptakan peserta didik yang mandiri.
Tetapi dari hasil monitoring tersebut menunjukkan presentasi rendah pada PAKEM. Berarti disini, guru yang menjadi tokoh utama selain peserta didik harus meningkatkan kemampuan dan potensinya agar PAKEM bisa berjalan lebih baik, PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) bisa terlaksana dengan maksimal jika guru dapat mengajak murid untuk bersama-sama melakukan kegiatan pembelajaran yang baik. Jadi guru harus mempunyai potensi lebih agar PAKEM bisa berjalan lebih baik dan tujuan dari sekolah bisa tercapai, serta ketiga pilar MBS dapat berjalan beriringan dengan baik pula.
Tugas Manajemen Berbasis Sekolah Maria Nur Afwidah 292010272
Hasil Monitoring MBS s/d 2008
Pada 8 Kab/Kota Kerjasama Unicef/Unesco
Kesimpulan & makna dari kajian dan data hasil monitoring MBS :
1. Dari data diatas disebutkan bahwa MBS itu mempunyai 3 pilar yaitu Manajemen, Pakem, PSM. Ketiga pilar ini harus berjalan, jika tidak maka pelaksanaan MBS tidak maksimal.
2. Untuk pelaksaan MBS yang baik di dasarkan adanya peran monitorning dan evaluasi dari semua pihak terutama guru.
3. Dari data yang sudah ada pilar manajemen itu sudah baik karena menunjukkan presentase 76.04%. intinya pihak sekolah sudah melakukan tanggung jawabnya dengan baik, dengan mengetahui apa saja yang digunakan, dibutuhkan oleh siswa dan masyarakat sekitar.
4. Dalam PAKEM pembelajarannya kurang baik, terlihat bahwa presentasi sedang lebih tinggi dari presentasi baik. Presentasi sedang 59.38%, dari presentasi itu bisa disimpulkan bahwa guru kurang optimal dalam penyampaian materi dan kurangnya menjalankan manajemen sekolah.
5. Partisipasi masyarakat kurang. Dari data diatas menunjukkan bahwa masyarakat itu kurang berperan dalam MBS.
6. Penerapan MBS disekolah-sekolah belum berjalan dengan maksimal karena adanya kendala-kendala.
Saran yang saya berikan :
1. Dengan adanya PAKEM diharapkan dapat mencapai kegiatan
Contohnya :
a. Guru mampu mendesain dan menggunakan lingkungan sekitar sebagai alat bantu mengajar
b. Siswa berani bertanya, dan mengemukakan pendapat
2. Rendahnya kualitas SDM di Indonesia dan rendahnya kualitas pendidik di indonesia merupan salah satu kendala di dalam penerapan MBS. Maka yang harus kita perbaiki agar MBS bisa berjalan dengan baik dan maksimal maka pendidik/guru dituntut untuk profesional mengajar dan menjalankan manajemen sekolah.
Tugas Manajemen Berbasis Sekolah Helda Christy Ratnasari 292010274
Hasil Monitoring MBS s/d 2008
Pada 8 Kab/Kota Kerjasama Unicef/Unesco
Kesimpulan & makna dari kajian dan data hasil monitoring MBS:
Kesimpulan:
1. Dalam hal manajemen memiliki persentase tertinggi yaitu 76,04% yang berarti sekolah yang baik memiliki manajemen baik pula. Disini yang berperan arktif adalah kepala sekolah.
2. Dalam pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan kurang berjalan dengan baik. Dapat terlihat dari presentase sekolah yang melaksanakan hanya 50% saja.
3. Partisipasi masyarakat juga dirasa kurang. Sekolah yang dipandang baikpun memiliki presentase partisipasi masyarakat yang lemah yaitu hanya berkisar di 45% saja.
4. Dalam kegiatan pembelajaran guru kurang optimal dalam penyampaian materi.
5. Peserta didik tidak bisa mandiri dalam menyelesaikan tugas penuh.
6. Peserta didik kurang leluasa dalam proses pembelajaran karena guru lebih cenderung mengajarkan materi yang kurang unik.
Saran yang diberikan:
1. Dengan manajemen sekolah yang sudah baik, diharapkan guru mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif , efektif dan menyenangkan. Sehingga peserta didik dapat belajar dengan leluasa.
2. Guru diharap lebih menambah pengetahuan dan kreatifitas dalam mengajar, sehingga penyampaian materi kepada siswa lebih mudah.
3. Sekolah diharapkan memberi keleluasaan terhadap masyarakat sehingga masyarakat dapat memberi sumbangan saran untuk perkembangan pembelajaran di sekolah.
Tugas Manajemen Berbasis Sekolah Dyah Astiningtyas 292010277
10 Manfaat dan kesimpulan setelah saya mempelajari MBS yang telah disampaikan Prof.Slameto dalam matakuliah Manajemen Berbasis Sekolah sampai tanggal 21 September 2012 adalah sebagai berikut:
1. Memungkinkan orang-orang yang kompeten di sekolah untuk mengambil keputusan yang akan meningkatkan pembelajaran.
2. Memberi peluang bagi seluruh anggota sekolah untuk terlibat dalam pengambilan keputusan penting.
3. Meningkatkan motivasi guru dan mengembangkan kepemimpinan baru di semua level.
4. Meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan otonomi tersebut, sekolah diberikan kewenangan dan tanggungjawab untuk mengambil keputusan-keputusan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan tuntutan sekolah serta masyarakat atau stakeholder yang ada.
5. Dalam pelaksanaanya MBS di sekolah belum dilaksanakan oleh guru dengan baik.
6.Meningkatkan motivasi guru dan mengembangkan kepemimpinan baru di semua level.
7.Kenyataan nya para pendidik belum bisa meningkatkan kemampuan personil sekolah dalam pengelolaan sekolah, termasuk pengelolaan sumber daya dan penyusunan program untuk mencapai tujuan sekolah.
8. Bisa mengarahkan kembali sumber daya yang tersedia untuk mendukung tujuan yang dikembangkan di setiap sekolah.
9. Untuk meningkatkan pertanggungjawaban sekolah kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolahnya.
10. Untuk mendorong guru dalam memunculkan kreativitas dalam merancang bangun program pembelajaran;
Selasa, 20 Maret 2012
kajian kritis ffilsafat ilmu
Kajian Kritis Jurnal
Saya mengambil jurnal berjudul “Pemanfaatan Blog (Jurnal Online) Dalam Pembelajaran Menulis “ karya Made Hery Santosa Universitas Pendidikan Ganesha akan saya kaji secara filsafat sebagai salah satu tugas matakuliah Filsafat Ilmu karena saya menilai jurnal tersebut cukup berbobot untuk dikaji secara kritis. Dalam jurnal ini dibahas tentang betapa pentingnya pemanfaatan blog dalam pembelajaran menulis. Disini saya akan mengkaji jurnal ini secara filsafat ontology. Dalam filsafat ontologi akan di bahas
Bagaimana realitas (kenyataan) ?
Apakah materi saja?
Apakah wujud sesuatu bersifat tetap, kekal tanpa perubahan?
Hubungan objek dengan daya tangkap manusia sehingga membuahkan
pengetahuan?
Yang pertama tentang realitas atau kenyataan
Kenyataanya dapat kita lihat bahwa saat ini banyak manusia yang seseorang harus memiliki skemata yang memadai untuk dapat diekspresikan secara efektif melalui media tulis. Suatu tulisan yang baik tidaklah bisa sekali jadi, namun semestinya melewati berbagai proses mulai dari proses outline, membuat draft, sampai bisa menjadi tulisan, dan sepanjang proses tersebut, revisi secara berkesinambungan terus dilakukan. Namun dalam kenyataannya, banyak mahasiswa yang tidak menghasilkan suatu tulisan dengan melalui proses menulis tersebut. Khususnya dalam pembelajaran menulis, hal-hal berikut berpotensi besar mempengaruhi keberhasilan pembelajaran menulis.
• Proses Belajar Mengajar. Sering kali, proses belajar mengajar keterampilan menulis di kelas masih sangat sederhana. Dosen menerangkan materi perkuliahan, mahasiswa menulis, kemudian dikoreksi oleh dosen dan diberi komentar. Tidak ada proses yang mampu memberikan pematangan untuk perbaikan tulisan mahasiswa. Jika ada, hal tersebut tampaknya kurang banyak membantu mahasiswa.
• Umpan Balik (Feedback).
Feedback adalah hal yang sangat penting dalam kegiatan menulis. Namun, sering kali, tidak adanya proses feedback yang bersifat ragam antara mahasiswa, dan dosen. Dosen biasanya yang memberi lebih banyak komentar sehingga terkesan satu arah. Mahasiswa tidak tahu apa yang terjadi dengan tulisan mereka karena setelah selesai dikerjakan, langsung dikumpulkan ke dosen untuk dikoreksi.
• Standar Penilaian.
Standar penilaian yang digunakan harus jelas agar tidak mengundang pertanyaan akan kesahihan nilai yang diperoleh mahasiswa.
• Kreativitas dan Inovasi.
Nuansa ini juga bisa berfungsi sangat oenting dalam proses pembelajaran menulis. Namun, kurang adanya nuansa kreatif dan inovatif dalam pembelajaran di kelas sering terjasi dimana semua proses menulis dikerjakan di kelas sehingga tampak monoton, kurang ‘menantang’ eksplorasi pengetahuan mahasiswa.
• Motivasi.
Motivasi adalah faktor internal yang oenting untuk membantu seseorang memperoleh hasil yang lebih baik. Mahasiswa yang memiliki motivasi yang rendah dalam mengikuti perkuliahan tentu akan mempengaruhi keberhasilannya dalam pembelajaran menulis sehingga pada akhirnya, mahasiswa tidak mampu menghasilkan suatu tulisan yang baik dan sesuai dengan tuntutan kurikulum setelah menyelesaikan perkuliahan tersebut.
Yang kedua tentang apakah materi saja? Disini dimaksudkan apakah kita dalam melatih ketrampilan menulis hanya mementingkan kemampuan otak kita dalam menulis dan tidak mementingkan ketrampilan kita dalam menulis di berbagai tempat termasuk kita bisa menulis di blog atau jurnal online. Pelatihan kita menulis di blog atau jurnal online sebenarnya lebih menekankan tentang tanggung jawab kita dalam menulis sebuah artikel atau sebuah jurnal,karena begitu kita memasukkan artikel atau jurnal kita ke web (blog atau jurnal online) otomatis semua orang yang ada di dunia bisa membaca hasil tulisan kita itu dan bisa member komentar atau pendapat-pendapat tentang tulisan-tulisan yang kita buat,disinilah kejujuran dan tanggung jawab kita benar-benar dituntut agar tulisan-tulisan yang kita publish ke web bisa dipertanggung jawabkan.
Yang ketiga menjawab pertanyaan tentang apakah wujud sesuatu bersifat tetap, kekal tanpa perubahan? Dalam jurnal ini wujudnya tidak bersifat tetap karena lewat kita membaca jurnal karya Made Hery Santosa tentang “Pemanfaatan Blog (Jurnal Online)
Dalam Pembelajaran Menulis” kita bisa membuka jebdela wawasan kita bahwa sekarang menulis tidak hanya bisa lewat media cetak saja,sekarang kita pun bisa menulis di web dan kita bisa lebih lagi mempertanggungjawabkan tulisan-tulisan yang kita tulis atau publish di web.
Dan yang terakhir menjawab pertanyaan tentang hubungan objek dengan daya tangkap manusia sehingga membuahkan pengetahuan? Ada hubungannya karena objek disini saya mengambil tentang ketrampilan menulis yang harus dikembangkan tidak hanya lewat media cetak saja tetapi harus bisa menulis dan dipertanggungjawabkan di web bisa melalui blog (jurnal online) yang bisa membuat para penulis lebih memiliki pengetahuan lagi ternyata dalam menulis sekarang itu tidak hanya lewat media cetak saja tetapi bisa mempresentasikan hasil-hasil tulisan kita lewat web bisa melalui blog ( jurnal online).
Jadi dengan jurnal diatas saya dapat banyak pengalaman – pengalaman serta manfaat setelah saya membacanya dan mengkaji jurnal tersebut secara filsafat ontologi, sebagai mahasiswa PGSD saya semakin mengetahui bahwa menulis di blog (jurnal online) sangat membutuhkan tanggung jawab yang besar karena dapat kita ketahui tulisan kita yang ada di blog dapat diaksses dan dilihat di seluruh dunia sehingga kita bisa langsung mengetahui apa saja kekurangan dan kelebihan yang kita tulis di blog tersebut dengan adanya komentar – komentar dari berbagai manusia yang melihat tulisan – tulisan yang telah kita buat di blog. Jadi kalau bisa penulisanya jangan terlalu fulgar.
NAMA : SUPRIHATIN
KELAS : RS 10 J
NIM : 292010280
Senin, 19 Maret 2012
Selasa, 13 Maret 2012
Kajian Kritis Filsafat Ilmu
Kajian Kritis Filsafat Ilmu Dyah Astiningtyas 292010277 RS 10 J
jurnal klik ini
untuk kajian kritisnya klik di bawah ini
Kajian Kritis Filsafat Ilmu Dyah Astiningtyas 292010277 RS 10 J.doc
jurnal klik ini
untuk kajian kritisnya klik di bawah ini
Kajian Kritis Filsafat Ilmu Dyah Astiningtyas 292010277 RS 10 J.doc
Langganan:
Postingan (Atom)